FUN: Rekruitasi Panitia

Sabtu, 16 April 2016


Berhubung di kampus lagi bulan-bulan yang penuh acara kepanitiaan/organisasi, kali ini admin mau kasih tips nih dalam rekrut-merekrut ;)

Memilih anggota kepanitiaan yang tepat buat event kampus seperti acara musik atau organisasi gak selalu mudah. Awalnya, kita mungkin terpaku melihat sosok kandidat dari skill-nya, seperti jago desain, jago foto, jago beladiri, atau jago ngomong. Namun, hal itu hanya tepat untuk mengisi beberapa posisi saja seperti divisi pubdok, keamanan, maupun MC acara.

Terus gimana nih cara kita mendapatkan kandidat tepat untuk posisi lainnya seperti bagian logistik, transportasi, acara, bendahara,  sekretaris, sponsorship / dana usaha (danus), P3K, sampai bagian konsumsi?

Contohnya nih untuk bagian konsumsi, biasanya kita kesulitan kan menguraikan kriteria kandidat berdasarkan skill-nya. Apa seksi konsumsi harus orang yang jago masak? Atau orang yang suka makan enak? Apa yang sering jualan makanan di kampus terus harus kita rekrut? Sayangnya, di balik kesulitan menentukan kriteria, seringkali kita terjebak dalam jalan pintas merekrut teman terdekat yang tidak memenuhi kriteria tetapi dianggap lebih mudah dikoordinasikan.

Kalo dipikir-pikir buat apa capek-capek menggelar Open Recruitment (OR) kalau ujung-ujungnya teman se-geng yang dimasukkan?

Ada beberapa hal dasar yang semua orang ketahui seperti pantangan untuk memilih seorang kandidat semata-mata karena Anda adalah temannya, atau pentingnya tidak terpaku pada stereotipe. Namun demikian, rekrutmen yang baik lebih dari sekedar hal-hal tersebut.

Nih kita punya beberapa tips buat menyeleksi calon anggota tim kamu:

• Dalam wawancara, jangan samakan kegugupan dengan ketidakmampuan. Gak semua orang biasa menghadapi seleksi melalui wawancara, dan gak semua orang yang pandai berbicara mampu bekerja dengan baik dalam tim kalian. Bantu mereka menenangkan diri. Itu adalah bagian dari job description kalian sebagai rekruiter. Amati juga pola yang ada. Jika kebanyakan kandidat yang Anda wawancarai tampak gugup.

• Amati tingkah laku mereka sehari-hari. Coba deh kamu iseng-iseng lihat cara calon anggota tim kamu ini berinteraksi sama teman yang lain, sama dosen, sama staff kampus. Lihat juga caranya ngerjain tugas-tugasnya. Apakah asertif? rajin? kreatif? teratur? detail? mau bekerjasama? bekerja cepat? Nah, cara dia berkerja kemungkinan besar bisa diterapkan dalam  tim kamu nantinya.

• Gunakan karakternya untuk kriteria penilaian. Karakter-karakter pada poin di atas juga bisa dijadikan kriteria penilaian untuk posisi-posisi seperti sekretaris, bendahara, seksi logistik, seksi konsumsi, dsb.

• Tulis, tulis, tulis. Catat struktur kepanitiaan/organisasi dan kriteria kandidat ideal kamu (seksi/divisi yang berbeda membutuhkan anggota dengan kriteria yang berbeda).  Kemudian, buatlah daftar pertanyaan untuk wawancara. Cara kayak gitu bakal bikin wawancara kamu lebih terarah, singkat, dan padat. Pertanyaan yang sama juga memungkinkan kamu untuk benar-benar membandingkan dua kandidat yang serupa.

• Tulis, tulis, tulis (2). Catat juga berbagai hal yang kamu pelajari dari setiap kandidat selama proses seleksi. Bandingkan catatan ini dengan catatan mengenai kriteria kandidat ideal kamu. Hal ini, selain membantu kamu untuk mengingat seseorang lebih dari sekedar kesan pertamanya, juga membantu kamu membuat keputusan dalam penerimaan dan penempatan kandidat tersebut dalam tim kamu.

• Cari orang yang lebih baik dari Anda. Kamu mungkin memegang posisi penting dalam tim sebagai ketua/koordinator, tapi itu gak berarti kamu sempurna nih. Bahkan jika kamu multi-talented atau seorang pakar, akan selalu ada bidang lain yang lebih dikuasai sama orang lain. Suka atau engga, itulah kenyataannya. Kamu membutuhkan orang yang lebih baik dari diri kamu sendiri, seenggaknya dalam bidang-bidang tersebut.

• Kesempurnaan sukar ditemukan. Bukannya mau menyangkal saran di paragraf sebelumnya, tapi gak semua rekruiter berhasil menemukan orang-orang yang sesuai dengan kriteria yang diperlukan. Pastinya tolong bedakan ya ekspektasi kepanitiaan di kampus dengan pekerjaan EO profesional. Boleh kalian belajar tahap demi tahap bagaimana cara sukses EO menggelar sebuah event. Namun, kepanitiaan di kampus pada dasarnya adalah kesempatan untuk kalian belajar berorganisasi dan menekuni skill-skill yang tidak diajarkan di kelas. Artinya, tidak pernah ada kandidat yang paling sempurna dalam kepanitiaan atau organisasi kampus.

Segini dulu deh tips yang bisa admin kasih :D Semoga membantu yaah buat kalian-kalian calon rekruiter!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Search

Timeline Twitter